Minggu, 19 November 2017

Aplikasi Android "Steel Beam Design"

“Membunuh semut tidak perlu pakai bazoka, cukup dengan semprotan baygon”. Kira2 seperti itulah prinsip yang akan kita lakukan dalam menghadapi berbagai permasalahan. Termasuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang Teknik Sipil. Banyak persoalan2 kecil yang dapat ditangani hanya dengan alat hitung yang sederhana seperti kalkulator, microsoft excel, dsb., tanpa perlu menggunakan program berat dan advance seperti program SAP2000. 

Jika permasalahannya hanya balok sederhana dengan tumpuan sendi rol yang dibebani beban titik pada tengah bentang, apakah perlu menggunakan program canggih seperti SAP2000 untuk menyelesaikan permasalahan bentuk profil baja yang kuat untuk menerima beban tersebut? Ini sama saja ibarat membunuh semut dengan menggunakan bazoka atau bahkan bom nuklir. Masalah memang terselesaikan, tetapi tidak efisien, banyak energi yang terbuang percuma. 

Selain itu untuk mengoperasikan program SAP2000 kita memerlukan sebuah laptop atau PC dengan kemampuan lumayan tinggi (jika ingin proses berjalan dengan cepat), perlu mendownload file installer ratusan atau bahkan ribuan MB, perlu memberi input dengan langkah yang tidak sedikit, dsb. Belum lagi jika harus menggunakan program yang berlisensi resmi, biayanya sangat mahal, mungkin bisa sampai ratusan juta, lebih mahal daripada harga PC atau laptop itu sendiri. Padahal permasalahan yang akan diselesaikan sangat sederhana. Misalnya seperti menyelesaikan masalah struktur statis tertentu seperti balok dan kolom kantilever, balok tumpuan sederhana, dsb. 

Bukankah bisa dihitung secara manual?

Ya, bisa saja. Tetapi perhitungan manual jika harus dilakukan berkali-kali dengan variasi bentuk penampang dan panjang bentang profil baja yang bermacam-macam tentu juga akan sangat melelahkan dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar jika tidak mengandalkan alat bantu hitung seperti program excel. Apalagi jika ada deadline untuk menyelesaikannya dalam waktu singkat, tentu menghitung manual juga akan menjadi tidak efisien dan berpotensi besar terjadinya “human error” seperti salah input data. 

Lalu apa solusinya mas?

Solusinya adalah dengan membuat program perhitungan sendiri. Ibaratnya kita berusaha membuat program perhitungan seperti program SAP2000 tetapi dengan kemampuan yang sangat sederhana. Microsoft excel adalah salah satu alat bantu yang sangat powerfull untuk hal ini. Kita bebas berkreasi membuat program seperti apapun sesuai keinginan kita, tidak dibatasi oleh apa yang dibuat oleh orang lain. 

Memangnya anda sudah buat programnya mas?

Sudah dan cukup banyak. Hal tersebut sudah saya lakukan sejak sekitar 2 tahunan yang lalu. Contoh2 beberapa program perhitungan baja dengan bantuan program excel yang saya buat dapat dilihat di channel youtube saya di Channel “Civil Engineering” (https://www.youtube.com/channel/UCWoZ8VMib9fanI3RkxaQ5eA). Di channel tersebut baru beberapa program excel yang saya upload videonya.

Bagaimana jika ada teman2 yang membutuhkan program tersebut?

Nah ini dia permasalahannya. Ibarat hasil karya jika ingin didistribusikan secara cuma-cuma sepertinya kok agak mengganjal di hati. Seperti halnya jika Pak Wiryanto Dewobroto capek2 membuat buku lalu diedarkan dan dijual secara gratis tis, saya kira beliau juga tidak mengharapkan hal tersebut terjadi. 

Solusinya?

Untung saja dunia IT sudah berkembang sangat pesat hingga melahirkan wadah sharing hasil karya pemrograman melalui Google Playstore. Hal ini akan melahirkan “win-win solution” antara si pembuat program dengan si pengunduh program. Tentu hampir dari kita semua yang memiliki smartphone berbasis OS Android sudah mengerti apa itu Google Playstore. Sehingga saya berkolaborasi dengan adik saya yang memiliki kemampuan di bidang pemrograman untuk membuat aplikasi perhitungan kuat balok wide flange baja untuk OS berbasis Android. Aplikasi ini dapat anda download di alamat Google Playstore berikut:




Berikut adalah poin2 penting yang perlu diketahui dan dipahami dalam menggunakan aplikasi ini:

1. Aplikasi ini sudah memuat 29 bentuk profil baja wide flange yang tersedia di pasaran Indonesia (sesuai tabel baja Wide Flange PT.Gunung Garuda) ditambah dengan 4 bentuk profil baja (No 30 s/d 33) yang disediakan untuk verifikasi kuat lentur sesuai provision F3 s/d F5 dari Code AISC 360-10. Namun memang di aplikasi ini belum ada fitur “Add New Profil Dimension” untuk menginput bentuk profil baja sesuka kita. Fitur “add new profil dimension” ini akan tersedia pada update versi berikutnya.





2. Aplikasi ini juga sudah memuat standard spesifikasi kuat material yang umumnya tersedia di pasaran Indonesia, seperti ASTM A36, JIS SS400, SNI BJ 37, dll. Sehingga jika kita ingin mengecek kekuatan balok baja berdasarkan spek material yang kita inginkan, hal tersebut dapat dilakukan secara cepat dan kilat. Dan di aplikasi ini juga belum ada fitur “Add New Material Strength” untuk menginput kuat material baja sesuka kita. Fitur “add new material strength” ini akan tersedia pada update versi berikutnya.





3. Perhitungan berat sendiri profil baja wide flange di aplikasi ini tidak memperhitungkan area berbentuk radius di sekitar pertemuan web dengan flange yang terbentuk selama proses penggilingan, sehingga berat yang tertera akan sedikit berbeda (lebih ringan) dari pada berat aktual yang umumnya tertera pada tabel baja Wide Flange PT.Gunung Garuda, karena bentuk profil dianggap lurus tanpa adanya radius di pertemuan web dan flange seperti ketika kita menginput bentuk profil pada program Sap2000 (dengan asumsi berat jenis baja yang digunakan adalah sebesar 78.5 kN/m^3)


4. Aplikasi ini akan menghitung kuat nominal momen dan kuat nominal geser balok baja Wide Flange baik pada arah sumbu kuat (Mn.x, Vn.y) maupun pada arah sumbu lemah (Mn.y, Vn.x). Output kekuatan ijin lalu dapat dipilih dengan menggunakan metode desain LRFD (Load Resistance and Factor Design) atau ASD (Allowable Strength Design) disesuaikan dengan Load Combination yang dipakai dalam menghitung gaya dalam pada balok. 




5. Untuk kuat momen arah sumbu kuat, aplikasi ini akan menampilkan nilai Lp (batas panjang balok tidak terkekang secara lateral untuk batas keadaan leleh) dan nilai Lr (batas panjang balok tidak terkekang secara lateral untuk batas keadaan “inelastic lateral-torsional buckling”) dari tiap penampang balok yang dipilih. Nilai Lp dan nilai Lr adalah nilai yang penting untuk diketahui karena keruntuhan akibat “lateral torsional buckling” sangat ditentukan oleh nilai panjang Lb (panjang balok yang tidak terkekang secara lateral) apakah masuk dalam kategori “Lb ≤ Lp”, “Lp < Lb ≤ Lr”, atau “Lb > Lr”. Sedangkan pada program Sap2000 setelah saya cek tidak menampilkan nilai Lp dan Lr ini dalam output desainnya. Jika kita tidak mengetahui nilai ini maka kita hanya akan melakukan trial dan error dalam menentukan nilai panjang balok Lb.



6. Nilai rts untuk menghitung nilai Lr pada provision F2 adalah menggunakan rumus F2-7 pada AISC 360-10, tidak menggunakan rumus pendekatan yang lebih konservatif seperti yang tertera pada “User Note”. Perbedaan pengambilan nilai rts ini akan memberikan nilai kuat momen yang sedikit berbeda. Itu alasan kenapa jika kita mencoba membandingkan nilai kuat momen suatu profil hot rolled pada aplikasi ini dengan studi kasus dimensi profil baja yang sama yang ada pada “Buku Struktur Baja” Edisi ke-2 tulisan Pak Wiryanto Dewobroto, hasilnya akan sedikit berbeda. Selain itu perbedaan hasil ini juga terjadi karena diabaikannya efek radius area pada pertemuan web dan flange (khusus hanya pada profil hot rolled) yang akan berimbas pada perbedaan nilai berat profil, nilai momen Inersia, dan nilai modulus elastis dan plastis penampang. Namun perbedaannya sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Perbedaan ini juga dilakukan oleh program Sap2000 yang tidak memperhitungkan radius area tersebut.

7. Nilai Cb (nilai modifikasi kekuatan lentur akibat gradient moment) harus diinput secara manual oleh pemakai aplikasi. Nilai Cb = 1 adalah nilai yang sangat konservatif (aman), karena nilai Cb selalu diatas nilai 1. Semakin tidak seragam nilai gradient momen pada suatu bentang Lb, maka nilai Cb akan semakin besar, dan sebaliknya jika semakin seragam maka akan semakin kecil atau mendekati nilai 1). Berbagai nilai Cb untuk balok tumpuan sederhana (sendi-roll) dapat dilihat di Table 3-1 dokumen AISC Steel Construction Manual seperti berikut:



8. Untuk penampang web berkategori langsing yang membutuhkan “transverse stiffener” (untuk menaikkan kekuatan geser penampang) bahkan kita dapat memasukkan parameter “transverse stiffener” pada aplikasi untuk menaikkan kekuatan geser balok baja sesuai jarak antar “transverse stiffener” yang diinput. Input “transverse stiffener” ini tidak tersedia pada program Sap2000. Untuk mengaktifkan input ini, pastikan kondisi h/tw > 2.46 x (E/Fy).



9. Selain itu jika dibandingkan dengan program Sap2000 (untuk versi 11, saya belum cek untuk versi di atasnya), untuk kekuatan geser penampang arah sumbu lemah, program Sap2000 tidak memperhitungkan efek kelangsingan penampang dalam menghitung kekuatan gesernya. Sedangkan aplikasi ini sudah memperhitungkan reduksi kekuatan geser arah sumbu lemah akibat efek kelangsingan penampang.

Contoh Penggunaan Aplikasi  untuk menyelesaikan suatu Kasus

Cara menggunakan aplikasi ini bagaimana mas? Berikut di bawah akan saya berikan contoh kasus untuk memahami penggunaan aplikasinya. Berikut adalah kasusnya:

Suatu saat Panjul yang bertugas sebagai field civil engineer di suatu proyek dihadapkan suatu permasalahan untuk menentukan berapa besar dimensi profil balok baja wide flange yang dibutuhkan untuk menahan beban equipment sebesar 60 kN yang berlokasi pada tengah bentang dengan jarak bentang sebesar 5 m dari tumpuan ke tumpuan. Bentuk strukturnya adalah seperti dibawah:



Tukang2 yang ada disekelilingnya menganjurkan untuk menggunakan balok WF 250x125x6x9 saja karena menurut pengalaman dan instinct mereka itu cukup kuat. Namun sebagai civil engineer yang bermartabat Panjul tidak dapat menerima masukan subjektif dari tukang yang hanya berdasarkan feeling semata. Panjul ingin memastikan bahwa balok memang benar2 cukup kuat dalam menahan beban secara perhitungan matematis, sehingga jika terjadi sesuatu dia tidak disalahkan dan dibully oleh teman sejawatnya dan para netizen. 

Maka dari itu Panjul segera mengeluarkan alat bantu tulis untuk menghitung beban momen maksimum yang diterima oleh balok tersebut. Dia asumsikan beban equipment sebagai beban hidup sehingga kombinasi beban yang digunakan adalah: 1.2 DL + 1.6 LL, dengan LL adalah beban equipment dan DL adalah berat sendiri dari balok baja. 

Dengan perhitungan sederhana, Panjul dapat mengetahui berat sendiri balok baja WF 250x125x6x9 tanpa membuka tabel Gunung Garuda, yaitu dengan mengalikan luas penampang dengan panjang bentang dan berat jenis baja 7850 kg/m^3, maka didapatkan angka 28.59 kg/m atau 0.2859 kN/m. Lalu dia menghitung beban LL = 60 kN/2 = 30 kN per bentang balok.

Setelah mengetahui beban2 yang diterima balok maka Panjul segera mulai untuk menghitung besar gaya momen dan geser yang terjadi pada internal balok dengan rumus sederhana seperti berikut:

1. Gaya Momen dan Geser akibat beban DL:
M1 = 1/8 x q x L^2 = 1/8 x (0.2859 kN/m) x (5 m)^2 = 0.8934 kN.m
V1 = ½ x q x L = ½ x (0.2859 kN/m) x (5 m) = 0.714 kN

2. Gaya Momen dan Geser akibat beban LL:
M2 = ¼ x P x L = ¼ x 30 kN x 5 m = 37.50 kN.m
V2 = ½ x P = ½ x 30 kN = 15 kN

3. Gaya Momen dan geser akibat Kombinasi Beban =
Mu = 1.2 x M1 + 1.6 x M2 = 1.2 x (0.8934 kN.m) + 1.6 x (37.5 kN.m) = 61.07 kN.m
Vu = 1.2 x V1 + 1.6 x V2 = 1.2 x (0.714 kN) + 1.6 x (15 kN) = 24.85 kN

Namun setelah itu Panjul bingung karena dia lupa membawa laptop kebanggaannya. Dia bingung berapa nilai kuat ijin momen lentur dari balok baja IWF 250x125x6x9. Jika bentang balok melebihi nilai Lp maka nilai kekuatan momennya akan tergantung dari nilai Lb, dan jika melebihi nilai Lr maka kuat momennya akan menjadi lebih kecil lagi. Tapi dia tidak mengetahui berapa nilai Lp dan Lr balok tersebut. Untuk menghitung secara manual dia juga lupa karena sudah lama tidak belajar menghitung.

Tiba2 Panjul mendengar bisikan gaib dari mbah Jambrong: “Search di Google Playstore dengan kata kunci “Steel Beam Design” disitu kamu akan mendapatkan jawaban akan kegelisahanmu”. Setelah menerima bisikan gaib tersebut, Panjul segera mengeluarkan hp andoridnya dan mencari aplikasi “Steel beam Design” dan segera menginstallnya. Seketika itu Panjul berteriak kesetanan..: “Eurekaaa…!”

Panjul segera menginput parameter2 yang dibutuhkan untuk memperoleh nilai kuat lentur dan geser balok IWF 250x125x6x9 pada aplikasi tersebut. Pertama-tama dia menginput dimensi profil balok baja yang telah tersedia di dalam aplikasi, lalu input spek material baja SS400, lalu panjang Lb = 5 m, dan nilai Cb = 1.32 (untuk balok sederhana dengan beban titik berada di tengah bentang dan tanpa kekangan lateral di sepanjang bentang). Dengan sekejap kedipan mata maka langsung diperoleh kuat ijin momennya adalah:


  
ØMnx = 55.37 kN.m
ØVny = 190.35 kN

Setelah dicek dengan beban yang terjadi ternyata, Tidak Aman! Nilai Mu lebih besar daripada nilai ØMnx! Panjul langsung menangis sejadi-jadinya. Namun Panjul segera tersadar dari keterpurukan dan mengecek kondisi Lb. Ternyata kondisi Lb balok adalah “Lb > Lr”! Itu artinya Panjul masih memiliki kesempatan untuk hidup. Masih ada harapan menggunakan balok baja IWF 250x125x6x9 dengan cara memberikan tambatan lateral di tengah bentang untuk merubah kondisi Lb menjadi lebih kecil.


Sehingga tanpa berpikir panjang Panjul segera merubah nilai Lb menjadi 2.5 m, dan nilai Cb menjadi 1.67 (cek Tabel 3-1 dari AISC Manual Construction). Dan.. Eurekaaa..! Nilai ØMnx meningkat menjadi 74.42 KN.m sehingga struktur balok masuk dalam kondisi aman sentosa karena nilai Mu menjadi lebih kecil daripada nilai ØMnx. Panjul pun segera memanggil para tukang untuk mengadakan acara syukuran masal.





Sehingga untuk mencapai nilai Lb = 2.5 m maka balok penumpu dengan bentang 5 m perlu diberi kekangan lateral di tengah bentang seperti gambar sketsa seperti berikut:



Sekian, begitulah kira2 bagaimana cara penggunaan aplikasi tersebut untuk membantu civil engineer dalam menyelesaikan persoalan beban lentur dan geser balok Wide Flange. Nantikan program selanjutnya untuk perhitungan beban axial kolom Wide Flange. Semoga bermanfaat.

CMIIW..


Minggu, 15 Juni 2014

Jokowi for President

 

Wow… sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini…Sudah lebih dari setengah tahun lamanya terhitung sejak 30 November 2013.. hee..

Oke.. Pada kesempatan kali ini, karena situasi politik di negara kita sedang hangat2nya menyambut pesta demokrasi Pemilu Presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014 nanti, saya ingin memberikan sumbangsih tulisan berupa dukungan kepada salah satu pasangan capres-cawapres yang saya anggap paling layak untuk memimpin bangsa Indonesia, yaitu pasangan capres-cawapres Jokowi-JK. Namun di tulisan ini saya akan lebih fokus untuk membahas persaingan sosok capresnya saja, yaitu antara capres dengan nomor urut 1; Prabowo, dengan capres dengan nomor urut 2; Jokowi.

Sebelumnya, saya harap para pembaca dan seluruh rakyat Indonesia yang memiliki hak untuk memilih nantinya untuk tidak memilih sikap “golput” ketika hari pencoblosan. Hal itu kita lakukan sebagai wujud kepedulian kita terhadap nasib bangsa ini ke depan. Nasib bangsa ini benar-benar ada di tangan kita. Golput tidak akan membawa manfaat apapun bagi negeri ini, karena dengan golput sebanyak apapun, salah satu dari calon presiden tetap akan menjadi presiden bagi kita semua. Bayangkan, hidup kita selama 5 tahun ke depan secara garis besar akan tergantung dari kebijakan2 presiden yang terpilih nantinya. Sungguh celaka jika presiden yang terpilih nantinya adalah presiden yang tidak memiliki hati dan niat yang baik. Oleh karenanya, lebih baik kita memilih yang terbaik dari yang ada agar negara ini dapat dipegang oleh orang yang tepat.

Ingat, golput tidak akan menyelesaikan masalah. Golput juga tidak akan mampu merubah keputusan terpilihnya seorang Presiden nantinya. Gunakan semaksimal mungkin sarana (Pemilu) yang ada sekarang ini untuk menentukan nasib bangsa Indonesia. Banyak orang yang golput karena pesimis dan terlalu idealis. Idealistis itu bagus dan baik, tetapi juga harus diimbangi dengan sikap yang realistis. Kalau tidak ada nasi, ya makan tiwul! Jangan hanya karena tidak ada nasi lalu memilih untuk tidak makan apa-apa. Itu manja dan konyol namanya.

Tetaplah tentukan pilihan walaupun tidak ada calon presiden yang dianggap sempurna. Lagipula, bukankah memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini? Walaupun kandidat presiden yang ada memang bukan manusia yang sempurna (yang katanya kesempurnaan hanya milik Tuhan), kita harus memilih capres yang terbaik dari yang ada. Pilihlah capres yang memiliki rekam jejak yang baik dan “ketidaksempurnaan perilaku” yang minim. Jangan sampai memilih capres hanya karena janji2 kampanye dan kata-kata manis yang diucapkan. Fakta berbicara bahwa banyak politikus yang mampu dan ahli dalam berbicara, namun nihil/minim dalam mengimplementasikan ucapan/janji2 politiknya. Kita harus mengecek janji2 dan kata-kata manis tersebut dari rekam jejaknya selama ini, apakah apa yang dijanjikan sinkron dengan pola pikir dan sikap2nya selama ini atau tidak.

“Selain itu, Anies juga tidak yakin untuk memilih Prabowo karena sudah terlalu banyak bicara visi dan misi selama lima tahun terakhir. "Buat saya itu malah justru membuat saya makin yakin untuk tidak memilih orang yang sudah lima tahun menghabiskan uang enggak tahu berapa jumlahnya selama lima tahun berturut-turut, beriklan, untuk sebuah posisi, seakan-akan hidup itu hanya untuk jadi presiden," paparnya.” (sumber)

Dan janganlah memilih capres dengan cara “gambling” seperti halnya orang berjudi. Contohnya adalah kita sama sekali belum memiliki informasi rekam jejak atau bukti sedikitpun tentang bagaimana cara Prabowo memimpin suatu rakyat dalam lingkup pemerintahan yang kecil (entah menjadi seorang walikota, bupati, camat, gubernur, dll.). Karir kepemimpinannya murni hanya ada di dalam lingkup kemiliteran dan keluarga. Dan ironisnya, karirnya itupun harus berakhir dengan pemecatan karena kasus kriminal (sumber1 & sumber2) dan rumah tangganya juga harus berakhir dengan perceraian. Prabowo jelas belum pernah berkarir sebagai petugas pemerintahan sama sekali, ini sangat berbeda dengan Jokowi yang telah memiliki banyak pengalaman di dalam dunia pemerintahan. Dan bahkan tidak hanya itu, selama karir pemerintahannya, Jokowi telah meraih banyak prestasi dan penghargaan (sumber1 & sumber2).

Apa yang Prabowo suarakan dan janjikan mungkin memang terdengar indah di telinga, tetapi Prabowo belum memiliki satu rekam jejakpun dalam kiprah pemerintahan di masyarakat ini untuk kita jadikan sebagai bahan penilaian dan pertimbangan. Jika kita memilih seorang capres hanya karena ucapannya saja (bukan berdasarkan rekam jejak), bukankah sama saja kita mengulangi kesalahan2 yang lalu (tertipu oleh ucapan2 manis politikus)?

Tetapi apakah ucapan seorang capres benar atau tidak tentu saja bukan di situ poin permasalahan intinya. Kenapa? Jelas karena kita tidak bisa membuktikan ucapan mereka benar-benar diwujudkan atau tidak sebelum mereka benar-benar menjadi presiden. Maka, poin terpentingnya adalah; ada tidaknya “rekam jejak” yang dapat kita jadikan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian. Ini diibaratkan seperti pepatah; “jangan membeli kucing di dalam karung”. Bagaimana mungkin kita mau membeli kucing di dalam “karung yang berkemasan baik”, sedangkan di sampingnya ada kucing yang tidak terbungkus di dalam karung namun memiliki kualitas yang benar-benar baik (dapat diamati dan dibuktikan secara langsung)? Saya kira hanya orang bodoh yang akan membeli kucing dalam karung hanya karena penampakan karung pembungkusnya yang menarik hati dan lalu mengabaikan minimnya informasi tentang kualitas kucing yang terbungkus di dalam karung tersebut. Apalagi dengan mengabaikan beberapa informasi yang tersebar selama ini bahwa kucing di dalam karung tersebut memiliki kualitas yang jelek. Berhati-hatilah jika kita melakukan hal tersebut. Berhati-hatilah.. Resikonya sangat besar. Kita bisa tertipu..

Lalu, kenapa saya memilih Jokowi? Sudah jelas. Jokowi memiliki rekam jejak yang sangat banyak dan sangat baik di masa kepemimpinannya selama ini. Ibaratnya, saya tidak sedang membeli kucing di dalam karung. Jokowi ibarat kucing yang sudah terbukti memiliki kualitas yang baik dan tidak terbungkus di dalam karung. Selain itu, yang terutama adalah Jokowi memiliki sikap yang tegas dalam memimpin. Ketegasan tidak bisa dinilai dari pembawaan Jokowi yang santai dan terlihat kurang berwibawa. Dibalik sikapnya yang “easy going”, Jokowi adalah sosok pemimpin yang sangat tegas. Jokowi tidak segan untuk memecat orang yang tidak berkompeten dan bermasalah (sumber). Ketegasannya juga terlihat bagaimana Jokowi bersikukuh untuk mempertahankan Lurah Susan di Lenteng Agung walaupun ada pihak masyarakat yang menentang keputusan Jokowi (sumber). Ketegasan lain yang ditunjukkan Jokowi juga bisa kita lihat dari bagaimana sikap Jokowi yang dengan tegas menolak koalisi transaksional sehingga Partai Golkar tidak jadi merapat ke PDI-P (sumber1, sumber2, sumber3).

Lalu kenapa saya tidak memilih Prabowo? Selain sosok Prabowo masih banyak menyisakan misteri yang belum terungkap dan rekam jejaknya yang tidak baik, banyak sikap dan kata-kata Prabowo yang tidak cocok dengan hati dan pikiran saya. Contohnya adalah sebagai berikut:

1. Menghalalkan koalisi transaksional (bagi2 kekuasaan & jabatan).

Sudah kita ketahui bahwa Partai Golkar tidak jadi merapat ke PDI-P karena partai bergambar pohon beringin tersebut menginginkan koalisi bagi-bagi kekuasaan/kursi (sumber1). Sehingga sudah jelas kenapa Partai Golkar (setelah ditolak PDI-P) akhirnya merapat ke Partai Gerindra. Ini logika yang sangat mudah. Bahkan tidak hanya itu saja, Prabowo bahkan menjanjikan suatu kedudukan kepada Aburizal Bakrie sebagai “menteri utama” (sumber). Suatu kedudukan yang diada-adakan hanya untuk memperoleh dukungan dan bahkan bertentangan dengan konstitusi (sumber). Di sini kita bisa melihat bagaimana ambisiusnya Prabowo untuk menjadi Presiden dengan menghalalkan berbagai cara. Terlihat juga sikap ketidaktegasan Prabowo yang tidak bisa menolak partai yang ingin bekerja sama dengan cara bagi-bagi kekuasaan. Apakah ini yang dinamakan ketegasan? Saya kira tidak. Jokowi terbukti lebih tegas daripada Prabowo. Jokowi memiliki ketegasan untuk menolak hal-hal yang tidak baik.

Apakah hanya Aburizal Bakrie yang ditawari posisi jabatan menteri oleh Prabowo? Ternyata tidak juga. Untuk mengejar ambisinya menjadi presiden, Prabowo juga menawarkan sebuah posisi menteri kepada Mahfud MD agar mau menjadi Ketua Tim Suksesnya (sumber). Mahfud MD adalah salah satu orang yang dikecewakan oleh Partai PKB (yang berkoalisi dengan PDI-P untuk mendukung pasangan Jokowi-JK) karena dia tidak jadi dipilih sebagai cawapres Jokowi (sumber1, sumber2). Yang juga menjadi keanehan dan pertanyaan adalah terungkapnya kegalauan Mahfud MD sebelum menerima tawaran Prabowo (sumber). Seakan-akan ada hal yang bertentangan dengan hati nuraninya namun dipaksakan. Ini berbeda sekali dengan sikap Anis Baswedan yang dengan mudah dan tanpa beban untuk menerima pinangan dari kubu Jokowi-JK untuk menjadi salah satu tim suksesnya (sumber youtube).

2. Tidak mendukung proses pemberantasan korupsi oleh KPK.

Sebelum Mahfud MD ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo, Suryadharma Ali adalah yang memegang posisi tersebut. Namun naas, tidak terlalu lama, Suryadharma Ali ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka korupsi dana haji (sumber1, sumber2). Namun apa reaksi Prabowo menanggapi kenyataan tersebut? Ini yang mengecewakan. Prabowo justru mengkritik sikap KPK hanya karena unsur perasannya meyakini SDA tidak mungkin berbuat korupsi (sumber1, sumber2). Prabowo tidak legowo dan tidak bersikap gentle untuk mengatakan dan mengakui kesalahan bahwa orang yang ada di belakangnya ternyata adalah orang bermasalah. Terbukti Prabowo tidak pernah belajar dari sejarah bahwa Kementrian Agama pernah menjadi Kementrian Terkorup di Indonesia. Pertanyaannya, dimana ketegasan Prabowo dalam memberantas korupsi? Bagaimana nasib bangsa Indonesia ini jika dipimpin oleh pemimpin yang tidak bisa menindak tegas kasus korupsi yang dilakukan orang dekat/koleganya sendiri?

3. Merangkul ormas kekerasan seperti FPI.

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa FPI adalah salah satu ormas agama yang paling sering melakukan tindak kekerasan dan menodai kerukunan hidup antar umat beragama di negeri ini (sumber1). Namun ironisnya, ormas bermasalah semacam ini justru dirangkul oleh Prabowo (sumber1, sumber2, sumber3). Namun berbeda halnya dengan apa yang dilakukan oleh Jokowi. Jokowi dengan jelas mengatakan bahwa dia adalah bagian dari Islam yang merupakan Rahmat bagi alam semesta (sumber).

4. Menunda gaji karyawan PT.KIANI Kertas selama 5 bulan

Bagaimana bisa kita percaya bahwa Prabowo serius memperhatikan nasib para buruh jika pekerjanya sendiri tidak diperhatikan hak-haknya selama 5 bulan??.. (sumber1, sumber2) Bayangkan mewahnya kehidupan Prabowo; memiliki dan memelihara kuda senilai milyaran rupiah (sumber1, sumber2, sumber3), pergi kemana-mana menggunakan helikopter (sumber1, sumber2, sumber3), mengeluarkan dana kampanye hingga milyar-an rupiah, dsb. Bagaimana mungkin dia tega hidup bermewah-mewahan seperti itu diatas kesengsaraan nasib pekerjanya sendiri yang harus rela tidak menerima gaji selama 5 bulan? Jika anda percaya Prabowo pro nasib buruh, itu adalah suatu kekonyolan dan kebodohan.

5. Memberantas korupsi dengan menaikkan gaji pejabat?..

Dalam debat capres-cawapres yang diadakan pada hari Senin, tanggal 9 Juni 2014 yang lalu, Prabowo mengatakan bahwa solusi untuk mencegah terjadinya korupsi di pemerintahan adalah dengan cara menaikkan gaji pejabat (sumber1, sumber2, sumber3). Ini sungguh solusi yang tidak cerdas. Apakah Prabowo tidak melihat bahwa pejabat-pejabat yang melakukan korupsi adalah pejabat-pejabat yang justru sudah memiliki kehidupan yang mewah? Sebut saja Gayus Tambunan, mantan Ketua MK Akil Mochtar, Angelina Sondakh, dll. Apakah mereka miskin? TIDAK! Korupsi terjadi karena mental yang lemah dan gaya hidup yang berlebihan.

6. Ketampanan dan kecantikan menentukan kewibawaan polisi.

(sumber1, sumber2). Pola pikir sampah macam mana lagi ini? Saya heran, apakah hanya secetek itu kemampuan Prabowo dalam menganalisa suatu permasalahan? Perlu anda tahu Prabowo, polisi disepelekan selama ini karena polisi dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sering tidak tegas dalam mengusut kejahatan dan juga bermain uang dalam menangani kasus!

7. Sering melakukan cara tidak benar dan kampanye hitam kepada kubu Jokowi.

Menaikkan citra Prabowo dengan merekayasa data: Sumber1, sumber2.

Memfitnah: Sumber1, Sumber2, Sumber3, Sumber4, dll.

8. Dll.

Saya percaya Tuhan selalu memberikan petunjuk melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi dan kejadian alam. Maka, jika kita amati, sejak awal berkoalisi, kubu Prabowo sudah menunjukkan banyak kesan/tanda-tanda negatif dan bermasalah. Seperti Ketua Tim Pemenangan Prabowo, Suryadharma Ali yang terjerat kasus korupsi dana haji, koalisi transaksional dengan mengiming-imingi jabatan yang belum pernah ada sebelumnya di pemerintahan demi memperoleh dukungan, nama calon capres dan cawapres yang disingkat menjadi nama yang berkonotasi negatif; “Pra-HaRa”, bersitegang tentang uang (sumber), banyaknya kampanye hitam (cara-cara licik dan picik) yang dilakukan oleh pendukung Prabowo kepada kubu Jokowi, dll. Percaya atau tidak, hal- hal ini adalah pertanda dari Tuhan bahwa pasangan Prabowo-Hatta akan memiliki pengaruh yang tidak baik bagi bangsa Indonesia ke depannya.

Berikut adalah situs2 yang layak untuk dibaca untuk memperkuat keyakinan anda dalam mendukung Jokowi-JK:

1. ANALISA TULISAN DAN TANDA TANGAN JOKO WIDODO (JOKOWI)

2. MENIMBANG CAPRES INDONESIA 2014 DALAM PERSPEKTIF GRAFOLOGI (ANALISIS 3 : DILIHAT DARI HURUF "a")

3. Prabowo Kembali Sesali Batal Kudeta Habibie

4. Dipimpin Jokowi, Pendapatan DKI Naik Rp 31 Triliun dalam Setahun

Jokowi memang tidak sempurna. Tapi saya yakin Jokowi adalah orang yang lebih pantas dan lebih baik untuk memimpin negeri ini dibandingkan Prabowo. Atas pertimbangan yang sangat rasional di atas, saya dengan tegas dan bulat mendukung pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK untuk dapat menjadi Presiden RI selanjutnya! MERDEKA!! :-)

Sabtu, 30 November 2013

Verify Analysis vs Design Section

 

Setelah selesai merunning dan mendesain struktur baja dengan Sap2000 pastinya kita ingin mengetahui secara cepat apakah semua dimensi elemen struktur yang telah kita tentukan masih masuk dalam kondisi aman atau tidak. Hal ini bisa kita ketahui dengan cara mengecek nilai stress ratio-nya, yaitu nilai perbandingan antara gaya dalam ultimate (hasil beban kombinasi maksimum yang bekerja membebani bangunan) dengan kuat ijin masing-masing profilnya. Bila stress ratio kurang dari 1 (atau tergantung dari batas limit yang bisa kita tentukan sendiri tetapi disarankan nilainya tetap kurang dari 1) maka elemen struktur masih dalam kategori aman, tetapi jika lebih besar dari angka 1 maka kategorinya menjadi tidak aman, alias kita perlu mengganti batang profil tersebut dengan penampang profil yang lebih kuat.

Untuk memunculkan nilai stress ratio pada layar, setelah dilakukan proses “design” maka selanjutnya bisa dengan meng-klik: Design –> Steel frame design –> Display Design Info.. –> Design Input –> P-M Ratio Colors & Values. Terlihat ada beberapa macam pilihan design output, kita bisa memilih salah satu untuk menampilkan data-data output yang kita inginkan tampil pada layar.

2013-11-27_212504

2013-11-27_213332

Setelah melakukan langkah di atas, maka nilai stress ratio tiap batang akan ditampilkan seperti pada tampak screen capture berikut (permodelan di bawah hanya contoh dengan memperhitungkan beban mati sendiri saja):

2013-11-27_232322

Nilai stress ratio yang ditampilkan pada gambar di atas adalah nilai stress ratio kumulatif dari unsur P (axial) dan M (momen), baik untuk sumbu lemah maupun sumbu kuatnya. Sedangkan nilai stress ratio untuk geser (baik untuk sumbu major dan minor) terpisah dari nilai stres rasio P-M atau dengan kata lain tidak ikut dijumlahkan. Sehingga suatu batang struktur bisa saja memiliki nilai P-M ratio yang masih dalam kategori aman (nilainya kurang dari 1) namun ternyata masuk dalam kategori fail jika stress ratio untuk gesernya lebih dari 1.

Untuk mengecek penyebab utama kegagalan suatu batang profil (apakah lebih disebabkan oleh gaya aksial, gaya momen, atau gaya geser), maka kita perlu melihat lebih jauh ke dalam detail informasi output pada tiap batangnya. Caranya adalah cukup dengan meng-klik kanan suatu batang (dalam kondisi tampilan stress ratio sedang aktif). Maka akan keluar informasi data yang cukup lengkap mengenai hasil stress ratio suatu batang profil seperti di bawah.

2013-11-30_114503

Secara default, Sap2000 akan memperhitungkan gaya-gaya dalam batang yang terjadi pada lokasi tiap per 0.5 m panjang (maksimum). Jika panjang elemen 2 m, maka Sap2000 akan mendesain elemen struktur berdasarkan hasil gaya dalam di 5 titik (5 = (2 m/0.5 m)+1), yaitu pada titik di lokasi 0 m (ujung bentang awal), 0.5 m, 1 m, 1.5 m, dan 2 m (ujung bentang akhir).

Bagaimana jika panjang elemen tidak genap kelipatan 0.5 m, misalkan 5.25 m? Maka Sap2000 akan menganalisis tiap gaya yang terjadi di titik batang dengan kelipatan per = 5.25 m / (Roundup(5.25 m / 0.5 m)) = 5.25 m / 11 = 0.477 m. Pada window “Steel Strees Check Information” di atas titik2 ini ditunjukkan pada kolom “STATION LOC”.

Jika diamati, terlihat bahwa penyumbang nilai stress ratio terbesar akibat beban kombinasi 1 (DSTL 1) pada batang no 9 ada pada nilai B-MAJ-nya (0.044). Ini berarti gaya yang dominan bekerja pada elemen tersebut adalah gaya momen pada arah sumbu kuat-nya. Sehingga jika pun ingin dilakukan perkuatan (jika stress ratio yang terjadi cukup besar), dapat dilakukan dengan cara2 yang efektif (karena kita mengetahui inti permasalahannya ada di mana). Jadi, sebelum melakukan perkuatan atau penggantian elemen struktur, usahakan untuk mengecek bagian ini terlebih dahulu untuk mengidentifikasi sumber kegagalan.

Bila data di atas dirasakan tidak cukup lengkap, kita dapat mendapatkan informasi yang lebih detail dengan cara meng-klik tombol “Details” pada box “Display Details for Selected Items”.

2013-11-30_212110

Tombol ini akan menyajikan data-data yang lebih detail seperti terlihat pada capture layar di bawah:

2013-11-30_192859

Wow… Lengkap sekali ya.. :-) Bisa dibilang semua data hasil output desain yang menarik untuk diketahui dapat kita peroleh di sini. Dan ternyata baru terlihat bahwa Sap2000 memberikan pesan “warning” untuk elemen frame no 9 ini, yaitu berupa peringatan bahwa nilai kl/r > 200.

Waduh, kalo gitu gmana dong mas? Padahal stress ratio-nya kecil banget lho.. Perlu diperkuat gak tuh?

Tenang saja.. warning tersebut (kl/r < 200 = syarat kelangsingan kolom) perlu kita perhatikan dengan serius jika elemen yang kita tinjau adalah berupa elemen kolom atau balok yang memiliki gaya axial tekan yang cukup besar (untuk menghindari bahaya buckling). Untuk elemen balok murni, batas kelangsingannya tidak sekecil itu, batas nilai kelangsingannya bisa lebih “lega”.. yaitu: l/r < 300. Perhatikan, nilai l di sini tanpa perlu dikalikan dengan nilai k (faktor panjang efektif).

Dan jika ternyata profil yang kita tentukan tidak cukup kuat menahan beban yang terjadi (stress ratio > 1), maka kita dapat mengubah profil elemen secara langsung pada window “Steel Stress Check Information” (tanpa harus meng-unlock model), yaitu dengan meng-klik tombol “overwrites” pada box “Modify/Show Overwrites”.

2013-11-30_202659

Selanjutnya akan keluar window seperti berikut:

2013-11-30_212051

Klik pada item “Current Design Section” dan pilih profil yang diinginkan. Maka Sap2000 secara cepat akan mengganti profil lama dengan profil baru dan sekaligus menghitung keamanannya berdasarkan gaya dalam hasil analysis awal.

Yang perlu diingat adalah akibat perubahan profil ini sebenarnya hasil gaya dalam analysis awal sudah tidak berlaku lagi alias sudah tidak valid. Dengan kata lain, kita perlu melakukan analysis ulang untuk memperoleh gaya dalam yang benar yang telah mengakomodir perubahan profil. Apalagi jika kita mendesain struktur dengan menggunakan “Auto Select List” dimana Sap2000 akan memilihkan profil2 yang paling ekonomis untuk kita, maka kadang kita perlu melakukan berkali-kali analysis untuk menghasilkan output desain yang benar.

Untuk mengecek apakah hasil analysis sudah sinkron dengan profil hasil design dengan cepat, kita dapat melakukannya dengan cara meng-klik: Design –> Steel frame design –> Verify analysis vs Design Section.

2013-11-30_212653

Jika ok, maka Sap2000 akan memberikan pesan seperti berikut:

2013-11-30_212843

Dan jika tidak ok, Sap2000 akan memberikan pesan seperti berikut:

2013-11-30_213026

Klik “Yes” jika kita ingin mengetahui batang mana yang perlu direvisi.

Setelah hasil analysis dan design sinkron, selanjutnya cek stress ratio-nya. Untuk melakukan tujuan ini dengan cepat, dapat kita lakukan dengan cara meng-klik: Design –> Steel frame design –> Verify all Member Passed.

2013-11-27_211901

Jika semua batang dalam kondisi aman, maka akan keluar pesan seperti di bawah:

2013-11-27_211928

Tetapi jika ada satu atau beberapa batang yang fail, maka akan keluar pesan seperti berikut:

2013-11-27_232444

Terlihat Sap2000 secara otomatis akan menemukan batang yang fail dan menawarkan pilihan kepada kita apakah batang yang fail tersebut akan kita pilih (seleksi) atau tidak. Fitur ini sangat membantu terutama ketika kita sedang mencoba mendesain struktur baja yang cukup besar dan sangat kompleks dimana banyak batang “terlihat” berseliweran dimana-mana dan terlihat saling overlapping (jika dilihat secara 3D). Jika kita hanya mengandalkan kemampuan mata dalam upaya untuk mencari batang yang berwarna merah (warna batang yang fail), hal ini tidak akan efektif dan juga tidak bisa diandalkan karena kemungkinan terjadinya human error sangat besar.

Sekian untuk tulisan di penghujung bulan ini.. :-) Lagi2 mepet terus ya.. :-D

CMIIW….